loading...

Saturday, April 16, 2016

Tiga Calon Rektor Berebut Kursi UNP1

Tiga Calon Rektor Berebut Kursi UNP1

Ti­ga orang pejabat di ling­kungan UNP (Universitas Negeri Padang) akan memperebutkan kursi rektor menyusul berakhirnya masa jabatan Prof Dr. Phil Yanuar Kiram, 20 Juli mendatang. Ketiga nama itu muncul dari proses penjaringan calon rektor yang dilakukan  panitia sejak 2 April 2016.

Ketua panitia seleksi pemilihan Rektor UNP periode 2016-2020, Prof. Dr. M. Zaim mengatakan, ketiga calon rektor yang lulus proses penjaringan tersebut adalah rektor saat ini, Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram yang maju kembali (incumbent) dalam pemi­lihan rektor dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, Dr. H. Syamsul Amar, M.S dari Fakultas Ekonomi dan Dr. Yasri, M. S dari Magister Managemen.

Ia mengatakan ketiga nama yang didapat sekarang ini buah dari penyeleksian administrasi dan historis karir para nama calon yang diajukan oleh delapan fa­kultas dan satu program magister.

“Awalnya kami memin­ta kepada setiap fakultas untuk mengajukan nama dosen yang bersedia men­jabat sebagai rektor. Setelah itu, baru kita lakukan seleksi administrasi dan melihat historis karirnya selama di UNP. Barulah pada tanggal 13 April 2016 kemarin kami menetapkan tiga nama yang lulus pada tahap penjaringan ini,” tutur M. Zaim kepada di ruang kerjanya, siang (15/4).

Setelah men­­dapatkan tiga nama calon ini dalam tahap penjaringan, pihak panitia akan melakukan tahap penyaringan yang akan dilak­sanakan pada tanggal 20 April 2016 mendatang. Dimana akan diminta penjelasan mereka ter­kait visi dan misi, wawasan dan kemampuan masing-masing ca­lon untuk kemajuan UNP empat tahun ke depan.

“Walaupun tahap penya­ri­ngan ini dilakukan apabila terda­pat calon lebih dari tiga kandidat, namun panitia sepakat untuk melakukan tahapan ini. Karena pada tahap ini panitia melihat kelayakan dari para calon, baik itu visi-misi, wawasan, dan ke­mam­puan mereka dalam me­mim­pin UNP selama empat tahun ke depan nantinya,” kata Zaim lagi.

Setelah tahap penyaringan ini, barulah panitia akan menggelar rapat bersama senat yang juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) dalam acara pemungutan suara tanggal 19 Mei 2016 mendatang.

“Proses penyaringan ini me­ru­pakan tahap kedua dalam pemili­han Rektor. Setelah proses ini berjalan dengan baik dan tanpa kendala, Insya Allah pada tanggal 19 Mei 2016 mendatang akan kita laksanakan rapat senat yang dihadiri oleh Menteri (Men­ristek Dikti), M.Nasir dalam pemungutan suara pemilihan rektor baru,” katanya lagi

Menanggapi proses pe­nya­ringan rektor ini, salah satu Mahasiswa UNP, Deri berharap rektor baru dapat menyelesaikan banyak persoalan kampus. Per­soalan itu di antaranya persoalan UKT (Uang kuliah Tunggal) yang banyak tidak tepat sasaran.

“Uang kuliah UNP sekarang ini tidak sama seperti dulu. Sekarang sudah memakai sistem UKT. Dimana besarnya jumlah SPP berdasarkan pekerjaan orang tua. Namun penetapan pembayaran SPP masih banyak salah sasaran,” kata Deri, ma­hasiswa FIS angkatan 2010 di halaman FIS.

Dijelaskannya, akibat salah sasaran penetapan SPP berda­sarkan UKT ini, banyak maha­siswa yang menjerit bahkan ada beberapa orang yang harus ber­henti kuliah karena tidak mampu membayar SPP yang terlalu tinggi.

Disamping itu, persoalan yang sangat mendasar di UNP saat ini adalah penghijauan yang sangat kurang. Sehingga suhu udara di kampus negeri kebang­gaan Sumatera Barat ini cukup tinggi pada terik matahari sudah di atas kepala. Ditambah lagi dengan proyek pembangunan yang sedang berjalan membuat debu banyak bertebangan.

Selain itu, ia mengharapkan kepada panitia seleksi Rektor UNP untuk meluluskan hasil penyaringan kepada calon rektor periode 2016-2020 yang sensitif terhadap persoalan kampus. Terlebih pada dua persoalan ini.


sumber: http://harianhaluan.com/news/detail/51934/tiga-calon-berebut-kursi-unp-1

Menarik untuk Dibaca

loading...