loading...

Wednesday, July 20, 2016

UNP Buka 1.731 Mahasiswa Melalui Jalur Mandiri

UNP Buka 1.731 Mahasiswa Melalui Jalur Mandiri

Se­telah melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Per­guruan Tinggi Negeri (SN­M­PTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Universitas Negeri Padang (UNP) kini mulai membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Total ada sekitar 1.731 mahasiswa lagi yang akan diterima UNP melalui jalur mandiri atau sekitar 30 persen dari daya tampung UNP pada 2016.

“Jumlah tersebut masih ada kemungkinan bertambah karena kita belum bisa merekap semua data. Biasanya ada kemungkinan mahasiswa yang lulus jalur SNMPTN dan SBMPTN yang tidak daftar ulang. Kuota yang tidak terisi tersebut nanti kita alihkan ke mandiri,” kata Wakil Rektor I UNP Agus Irianto, seperti yang dilansir Harian Haluan.

Penerimaan jalur mandiri UNP sudah dibuka sejak 15 Juli lalu dan akan berakhir 25 Juli (8 Agustus untuk D-3). Ada dua jalur masuk, yakni jalur mandiri berdasarkan nilai rapor dan ujian nasional, dan jalur prestasi yang berdasarkan prestasi (Olahraga, Seni, Sains, LKS, dan Alquran), nilai rapor, dan nilai ujian nasional.

Daya tampung UNP pada 2016 direncanakan mencapai 5.812 mahasiswa. Penerimaan dilakukan melalui jalur tiga jalur, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan mandiri. Kuota tiap-tiap jalur tersebut, yaitu SNMPTN 2.330 (40 persen), SBMPTN 1.751 (30 persen), dan mandiri 1.731 (30 persen).

“Daya tampung tersebut adalah untuk program S-1 dan D-4. Belum termasuk p­e­nerima­an program pascasarjana (S-2 dan S-3), program studi baru, seperti Pendidikan IPA dan IIPK S-1, dan PDD (Program Studi di Luar Domisili),” lanjut Agus.

Penerimaan mahasiswa baru UNP pada tahun ini, kata Agus, tidak berbeda jauh dari tahun lalu. Realisasi penerimaan maha­siswa 2015 mencapai angka 6.390 mahasiswa.

Terkait biaya uang kuliah, Wakil Rektor II UNP, Alizamar, sebelumnya mengatakan bahwa mahasiswa jalur mandiri ini nantinya akan tetap meng­guna­kan sistem uang kuliah tunggal (UKT) dan tidak akan dipungut uang pangkal. Bedanya pada jalur mandiri, mahasiswa di­letak­kan minimal pada UKT level III.

“Jalur ini dibuka bagi ma­hasiswa yang kurang secara ke­mam­puan akademik, tetapi mam­pu secara ekonomi. Jadi maha­sis­wa yang kurang mampu jangan ma­suk melalui jalur ini,” ujar Alizamar

Menarik untuk Dibaca

loading...