loading...

Tuesday, September 6, 2016

Presiden Mahasiswa UNP Disuruh Turun oleh Menristekdikti

Hasil gambar untuk menristekdikti unp
ristekdikti.go.id

Presiden mahasiswa (Presma) Universitas Negeri Padang (UNP) tidak jadi melontarkan pertanyaan saat sesi tanya jawab antara Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Muhammad Nasir, Ph.D., bersama mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, hari ini, Senin (5/9).

Muhammad Haris Sabri, Presma UNP periode 2016/2017 tersebut mulanya telah naik ke panggung dan memperkenalkan diri kepada Menristekdikti dan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. “Hidup mahasiswa,” suara Haris lantang menyapa seluruh mahasiswa yang ada di Gelanggang Olahraga UNP tersebut.

Namun, ketika ditanya oleh Nasir apakah ia penerima bidikmisi, Haris menjawab tidak. Saat itu juga, ia yang akan bertanya, langsung disuruh turun dari panggung. “Yang bukan Bidikmisi turun, nanti saja,” ujar Nasir kepada Haris. Ia lantas meninggalkan panggung dan kembali ke tempat duduknya.

Saat dihubungi usai acara, Haris mengatakan bahwa ia menyayangkan perlakuan Menristekdikti tersebut. Ia menjelaskan bahwa hal yang ingin ditanyakan hanyalah terkait dengan pemangkasan dana pendidikan. Kata Haris, mengapa dana pendidikan yang harus dipangkas, seperti pengurangan kuota beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik dan Bantuan Biaya Pendidikan. Padahal pemangkasan bisa dialihkan pada sektor lain. “Hanya itu yang ingin saya tanyakan,” ujar Mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif TM 2012 ini saat dihubungi melalui telepon, Senin (5/9).

Haris juga mengaku, sebelum acara berlangsung, ia sudah bertemu dan dijanjikan akan ada sesi diskusi dengan Kemenristekdikti. Namun, ketika bertanya ia malah disuruh turun. Lebih lanjut, Haris berharap, ke depannya Kemenristekdikti mau mendengarkan suara-suara mahasiswa terlebih dahulu, sebelum mengambil tindakan. “Kita bertanya kan baik-baik,” pungkasnya.

sumber: Ganto

Menarik untuk Dibaca

loading...